ALL ABOUT WOMAN

800 Peserta Ikuti Kajian Ramadhan DailyHaid

19/03/2026

Dalam rangka mengisi bulan suci ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, DailyHaid setiap tahunnya mengadakan kajian kitab kilatan yang dilaksakanan secara daring selama 20 hari ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kajian kitab tahun ini masih membahas permasalahan fikih wanita seputar haid, nifas dan istihadhah. Hadir bersama kami sebagai pemateri, para masyayikh yang alim alamah di bidang fikih wanita yaitu KH. Nur Hasyim S Anam, Ning Amiroh Alauddin, Ning Sheila Hasina, Ning Fina Nailul Muna, Ning Umi Atika Anwar serta para asatidz lain yang juga kompeten di bidangnya.

Kajian kitab tahun ini bisa dikatakan sangat spesial, karena kitab “_Masā’ilul Mustafādloh fī Aḥkāmil Ḥaiḍ wan Nifās wal Istihāḍloh_” yang dikaji pada ramadhan ini, dibacakan serta dikaji langsung oleh pengarangnya yaitu Habib Abdurrohman bin Farid bin Muhammad Muthohar.

Kajian berlangsung setiap selesai tarawih hingga pukul 22.00 WIB dengan penuh khidmat. 800 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari para santri, ibu-ibu rumah tangga, hingga masyarakat umum sangat antusias dalam mengikuti kajian ini. Kebanyakan dari peserta ingin memperdalam pemahaman mengenai fikih wanita dengan suasana seperti di pondok pesantren. Selain menjadi sarana menuntut ilmu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat selama bulan suci ramadhan.

Melalui pembahasan kitab Masā’ilul Mustafādloh, para peserta diajak untuk memahami berbagai permasalahan yang sering muncul di tengah masyarakat. Di antaranya mengenai pengertian haid dan hukum yang berhubungan dengannya, batas minimal dan maksimal masa haid, hukum kuning keruh, hukum darah wanita hamil, pengertian nifas dan hukum yang berhubungan dengannya, serta pengertian istihadloh dan hukum mustahadloh 7. Penjelasan disampaikan secara sistematis dengan merujuk pada kaidah fikih yang kuat, sehingga memudahkan peserta dalam memahami materi yang disampaikan.

Suasana kajian semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Para peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan praktik kehidupan sehari-hari. Masyayikh pun memberikan penjelasan secara rinci dan praktis, sehingga para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai permasalahan yang mereka hadapi.

Di akhir kajian, para masyayikh memberikan kutipan nasihat nasihat penting bagi peserta yang merupakan para pencari ilmu. Habib Abdurrohman bin Farid memberikan nasihat, “Jangan cukup belajar di bulan ramadhan ini saja, di luar bulan ini juga harus terus belajar, tidak ada kata selesai belajar karena perintah Nabi SAW:

اطلبوا العلم من المهد الى اللهد

(Tuntutlah ilmu dari buaian ibu (bayi) hingga liang lahat (meninggal)”. Ning Amiroh juga menambahkan nasihat lainnya,

يا طالب العلم باشرالورع وجانب النوم وترك الشبع ودم على الدرس لا تفارقه وان العلم بالدرس قام وارتفع

“Wahai pencari ilmu bergembiralah dengan bersifat wira’i, jauhi tidur terlalu banyak dan tinggalkanlah kenyang. Teruslah belajar dan jangan berpisah dari belajar karena ilmu yang diulang ulang maka akan semakin melekat dalam ingatan”. Ning Fina Nailul Muna yang juga mengisi materi pada kajian ini memberikan nasihatnya kepada peserta, “Salah satu kunci dalam mencari ilmu adalah tidak meremehkan apa yang sudah kita ketahui, karena semakin belajar lagi, semakin diulang lagi, semakin tambah atau berganti teman diskusi maka selalu ada ilmu baru yang didapatkan”

Harapan dari adanya kajian ramadhan ini, semoga para peserta dapat menambah wawasan dan pemahaman tentang fikih wanita, sehingga mampu menjalankan ibadah dengan lebih yakin dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Semoga kajian keilmuan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi umat, serta menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan Islam di tengah masyarakat.